Tinggal klik-klik uang mengalir ke rekening kita.
Daftar saja di
www.anisbisnis.co.cc
Mau komisi gratis daftar saja di
www.komisianis.co.cc
Tinggal klik-klik uang mengalir ke rekening kita.
Daftar saja di
www.anisbisnis.co.cc
Mau komisi gratis daftar saja di
www.komisianis.co.cc
QUERY
Query, adalah bentuk permintaan / pertanyaan terhadap data-data dengan melibatkan satu atau lebih tabel dalam database. Query terhadap dua atau lebih tabel membutuhkan relationship antar tabel.
Contoh :
o Tampilkan daftar mahasiswa yang memprogram mata kuliah Basis Data.
Tampilkan daftar mahasiswa yang pada semester genap beban kuliahnya sebesar 21 sks
Untuk membuat sebuah relationship diperlukan field-field yang saling berpadanan. Field-field yang dimaksud adalah Field Primary Key dan field Foreign Key (Primary key yang dibutuhkan/ dicantumkan pada tabel lain).
KEY / KUNCI
Primary Key, adalah data pada sebuah field yang secara unik membedakan antara record yang satu dengan yang lainnya.
Contoh : Dalam sebuah record mahasiswa (Tabel Profil_Mahasiswa), data yang termasuk dalam field No_Reg merupakan Primary Key, karena tidak mungkin ada dua mahasiswa mempunyai no. Reg yang sama. Atau dapat dikatakan No_Reg adalah unik untuk setiap mahasiswa.
Foreign Key, disebut juga kunci tamu, adalah field-field unique milik sebuah tabel yang di lain pihak merupakan primary key di tabel lain.
Contoh : Pada tabel nilai, didefinisikan sebuah field dengan nama noreg yang data-datanya sama dengan data-data pada field noreg pada tabel mahasiswa. Hal itu dilakukan untuk menjelaskan bahwa data dalam field nilai di tabel nilai itu milik mahasiswa tertentu. Field noreg pada tabel nilai inilah yang disebut sebagai foreign key.
Contoh berikut menggambarkan sebuah table lengkap dengan field-field, dan sampel record-recordnya.
Tabel Mahasiswa
Keterangan :
o Sebuah Tabel yang diberi nama Table Mahasiswa digunakan untuk menyimpan data-data (record-record) mahasiswa.
o Setiap record terdiri dari tiga macam informasi yaitu no reg mahasiswa, nama mahasiswa, dan alamat mahasiswa. Oleh karena itu perlu didefinisikan tiga buah field, yaitu no_reg, nama_mhs, dan alamat_mhs untuk menyimpan masing-masing informasi dalam setiap record.
o Field no_reg mempunyai tipe data number, sedangkan field nama_mhs dan field alamat_mhs mempunyai tipe data text.
Data pada field no_reg merupakan Primary Key karena data tersebut adalah unique untuk setiap mahasiswa (tidak ada mahasiswa yang mempunyai No Reg yang sama). Artinya data no_reg akan membedakan antar record yang satu dengan yang lainnya
DATABASE
Untuk mendalami pengetahuan praktis tentang database dan administrasinya, maka perlu diketahui terlebih dahulu istilah-istilah yang dipakai dalam dunia database (basis data), antara lain :
Database : adalah sekumpulan data/informasi yang diorganisasikan dengan beberapa cara logik, saling berhubungan dan digunakan untuk keperluan tertentu. Salah satu bentuk database tradisional adalah buku telpon.
Database Management System (DBMS), adalah Produk perangkat lunak yang digunakan untuk memanipulasi database. Contoh DBMS antara lain : Microsoft Access, FileMaker, Oracle, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, dan lain sebagainya.
RELATIONSHIP
Relationship, adalah hubungan yang terjadi antara dua tabel atau lebih, yang dimungkinkan jika ada field-field yang nilainya saling berpadanan. Ada tiga macam relationship pokok dalam database, yaitu:
o One-to-One : hubungan satu-satu antara dua field dalam satu tabel atau lebih .
Contoh : Seorang mahasiswa hanya dimungkinkan mempunyai sebuah no_reg, dan satu no_reg hanya dapat ditugaskan pada satu orang mahasiswa saja
o One-to-Many (dan variasinya Many-to-One) : hubungan satu ke banyak antara dua field.
Contoh : Seorang mahasiswa dapat mengambil lebih dari satu mata kuliah.
o Many-to-Many : hubungan banyak-ke-banyak antara dua field.
Contoh : Seorang dosen dapat mengajar banyak mahasiswa, dan sebaliknya seorang mahasiswa juga dapat diajar oleh lebih dari satu dosen.
TABLE
Table, adalah ekuivalensi dari sebuah entitas dalam sebuah Entity Relationship Diagram (ERD). Sebuah Tabel terdiri dari beberapa kolom yang disebut dengan field.
Field (disebut kolom/column dalam tabel tradisional), adalah ekuivalensi dari atribut sebuah entitas dalam sebuah ERD. Dapat juga dianggap sebagai bentuk pengelompokkan data pada sebuah tabel.
Contoh : No_Reg, Nama_Mhs, Alamat adalah field-field (kolom-kolom) yang mungkin muncul dalam sebuah table Profil_Mahasiswa.
Record (disebut baris/row dalam tabel tradisional), adalah satuan data atomik (terkecil) yang ada dalam sebuah table. Sebuah record terbentuk dari beberapa informasi/data dari beberapa field.
Contoh: “001, Najla Rofilah, Jl. Raya Palur Km 5” adalah sebuah record yang tersimpan dalam field tabel mahasiswa.
kuliah hari ini.
kalo dah jadi seperti ini nech…

Di Milis, forum ataupun anda searching menggunakan google atau mesin pencari lainnya yang bertebaran banyak sekali di internet hanya dengan memasukan keywords yang anda inginkan untuk mengetahui informasinya khususnya tentang pembuatan Antena Wajanbolic 2.4 Ghz yang bisa dipakai untuk peralatan Hardware USB WIFI ataupun WIFI UTP , pada tutorial ini mungkin anda sudah tidak asing lagi dari semua pembahasan dan sekian banyak informasi yang dimiliki tapi tidak ada salahnya saya sedikit menambahkan tentang tutorial singkat pembahasan pembuatan antena tersebut yang banyak sekali saya alami dalam kesedihan, duka, dan suka, oke dech langsung aja kali ngga usah kebanyakan omong===kekekekekkk..:
yang perlu anda miliki anda sekarang mungkin :
1. USB WIFI D-LINK G122 ( itu yang saya pakai,yang lainnya juga bisa ).
2. Wajan penggorengan terserah mau ukurannya berapa mau yang gede mau yang kecil juga bisa sesuai selera anda aje…
3. Baut + Mur + Ring + yang agak panjangan dikit ( kira2 10 cm diameternya 1 cm <===biar agak kuatan dikit…:smile:).
4. Klem antena TV yang modelnya setengah lingkaran ( sesuai ama pipa yang buat tangkringan Wajan penggorengan ).
5. Bor Listrik kalau ada kalau ngga ada ya… usaha dikit dech ..pinjem kek ama temen atau ke tukang bubut mesin p:)
6. Konektor USB WIFI ( buat nambahin biar lebih panjang kabelnya kira2 sampai 10 meter lebih ).
7. Kabel UTP pastinya yang bagus gw pakai Belden <=== itu aja dapet dikasih temen gw, kekekekekkk.
8. Pipa plastik ukuran 1 1/4 Inchi ( sesuaikan ama Rumus yang dibawah yeh…)
9. Kaleng bekas ( bekas apaan kek or mulung dikit jg gpp daripada harus beli )
10. Lem perekat buat ngelem pipa plastiknya biar ngga kemasukan air hujan )
11. Tutup pipa 1 1/4 Inchi juga == 2Ea/ buah.
12. Selamat mencoba aja dech…P:)( ntr kalo bingung email aja key…)
dari kebutuhan diatas mungkin teman2 bisa mengganti atau ngga harus sama ama kebutuhan yang saya cantumin diatas, kreatifitas anda ketrampilan anda juga sangat mendukung dalam meminimalisir kebutuhan biaya.
RUMUS nya nech..:
f = D^2 / (16*d)
itu Rumusnya n gw dah nyoba berhasil koq asal perhitungan ama prakteknya sesuai.

Munculnya internet telah menimbulkan revolusi luar biasa dalam gaya hidup kita sehari-hari. Mulai dari cara mendapatkan informasi, cara berkomunikasi dengan orang lain, cara mendapatkan hiburan, cara mengekspresikan diri, sampai cara kita berbelanja atau melakukan penjualan.
Berkat adanya internet, semua kegiatan itu dapat dilakukan dengan kecepatan dan jangkauan yang luar biasa. Cukup dengan menggerakkan ujung jari, informasi yang letaknya jutaan kilometer di luar sana, bisa didapat secepat kilat. Begitupun dengan transaksi dengan konsumen yang berada di belahan lain dunia, bisa dilakukan tanpa harus bertemu langsung.
Salah satu pendukung kemudahan tersebut adalah Paypal. Yakni suatu alat pembayaran yang memanfaatkan fasilitas internet. Pengguna internet bisa menggunakannya untuk membeli barang di eBay, membeli lisensi software original, membayar keanggotaan situs, atau mengirim uang ke pengguna PayPal lain di seluruh dunia.
Sejauh ini, Paypal termasuk yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Sudah lebih dari 100 negara, termasuk negara kita, yang bisa memanfaatkan alat ini. Sedangkan mata uang yang bisa dipakai berjumlah 16 mata uang. Sayangnya, Rupiah tidak termasuk di dalamnya. Jadi bila anda bermaksud menggunakan Paypal, anda perlu memakai mata uang luar negeri seperti Dollar Amerika, Euro, Yen, atau Dollar Singapura.
Setiap hari konon sampai 68 ribu pengguna baru Paypal. Tak heran kalau banyak yang memakai Paypal. Sebab selain sebagai pioner di dunia e-commerce, Paypal juga mudah, cepat, dan aman digunakan.
Untuk bisa menggunakan Paypal tentu anda harus punya account terlebih dulu. Kemudian isilah account tersebut dengan dana dari kartu kredit yang dapat diterima PayPal. Sampai saat ini kartu kredit yang bisa diterima Paypal yang berlogo Visa, Mastercard, Discover, dan American Express. Jadi misalkan anda memiliki kartu kredit seperti BCA Visa, Mandiri Visa, Citibank Mastercard, atau BNI Visa, anda bisa memakai Paypal untuk bertransaksi. Selain itu, persyaratan lainnya anda sudah harus berumur minimal 18 tahun dan memiliki email.
Untuk mendaftar di Paypal, berikut ini langkah-langkahnya:
1. Klik www.paypal.com
2. Kemudian klik “SignUp Now!” untuk mendaftar.
3. Berikutnya pilih negara: Indonesia.
4. Selanjutnya pilih tipe account. Untuk pendaftar baru saya sarankan memilih personal account terlebih dahulu. Baru nanti kalau anda butuh layanan lebih, anda bisa meng-upgradenya ke tipe Premiere atau Business. Lalu tekan Continue.
5. Kemudian tinggal anda masukkan informasi anda seperti nama, alamat, nomor telepon, dan alamat email. Untuk mata uang, karena tak ada Rupiah, anda bisa pakai mata uang lainnya seperti Dollar Amerika. Dan untuk email yang anda daftarkan, nantinya akan menjadi username anda untuk login maupun bertransaksi lewat Paypal. Yang perlu anda perhatikan juga yaitu pastikan nama, alamat, dan nomor telepon yang anda daftarkan sesuai dengan data dalam kartu kredit anda. Kalau data sudah terisi semua, klik “Sign Up”.
6. Berikutnya anda diminta untuk memasukkan nomor kartu kredit. Kalau sudah anda klik “Add Card”.
7. Selanjutnya anda akan menerima email dari Paypal. Ceklah di email yang tadi anda daftarkan, buka email tersebut, lalu klik link konfirmasi.
8. Setelah itu, anda akan diminta untuk memasukkan password yang tadi anda tuliskan saat mendaftar. Kemudian klik “Submit” dan klik “Continue”, maka anda akan masuk ke halaman My Account.
9. Di halaman My Account tersebut, kalau anda baru pertama kali masuk, bacalah “Expanded option”. Di sana anda akan diinstruksikan untuk menekan tombol Get Number untuk menjadi Verified Member Paypal. Dengan menjadi Verified Number Paypal berarti kebenaran alamat anda sudah dicek oleh Paypal. Saya sarankan anda mendaftar menjadi Verified Member Paypal karena tingkat keamanannya lebih terjamin.
10. Untuk menjadi Verified Member Paypal, anda tinggal klik tombol Get Number untuk mendapatkan 4 digit kode keamanan dari paypal. Kode tersebut akan dikirimkan ke dalam statement bulanan kartu kredit anda.
11. Kalau sudah mendapat 4 digit kode keamanan tersebut, anda masuk lagi ke account Paypal anda, lalu di halaman My Account klik “Activate Account”- “Complete Expanded Use Enrollment”. Setelah 4 digit kode keamanan dimasukkan, anda sudah menjadi Verified Member.
Nah, sekarang anda sudah punya account Paypal dan sudah siap bertransaksi online. Tidak sulit kan?
Permasalahan klasik yang terjadi di kota-kota dengan kehidupan metropolis misalnya permasalahan transportasi (kemacetan), pengaturan pedagang kaki lima, dan juga kehidupan masyarakat yang bersifat underground seperti perjudian, peredaran NARKOBA dan bisnis Seksual dengan melibatkan para remaja. Persoalan-persoalan tersebut nyata-nyata ada namun terasa sangat sulit penyelesaiannya. Untuk itu seluruh stake holder pembangunan (eksekutif, legislative, dunia pendidikan, LSM dan berbagai komponen masyarakat) harus bisa bersinergi dan saling bahu-membahu bekerja dalam satu visi dan misi yang sama membangun kota secara bermartabat.
mencoba untuk membidik persoalan lain yang secara implisit terlihat nyata namun berdampak underground. Persoalan baru tersebut adalah dampak penggunaan internet bagi para pelajar. mencoba untuk melontarkan sebuah wacana dan berbagai fakta tentang sebuah persoalan baru di kota-kota besar yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun masih berupa gejala awal, namun apabila tidak segera diatasi tentu akan berkembang menjadi “penyakit kronis” yangt makin sulit untuk diatasi.
Kita akui bahwa sosialisasi penggunaan Internet di Indonesia bisa dibilang relatif sukses. Hal tersebut juga terjadi di Kota Sragen, dimana saat ini para pelajar mulai dari SD-SMU dan terlebih para Mahasiswa sudah sangat familier menggunakan internet. Kita bisa melihat bagaimana dominasi para pelajar dan mahasiswa di warung-warung internet Kota Sragen. Mereka sudah tampak percaya diri (PD) berkunjung ke warung internet dan tanpa canggung lagi bisa bermain internet. Hal tersebut sangatlah berbeda dengan kondisi sekitar 6 tahun yang lalu, dimana para orang dewasa lebih dominan menjadi pengguna internet.
Dalam pengamatanku, bahwa saat ini telah terjadi pergeseran profil pengguna internet dan juga pergeseran orientasi pemanfaatannya. Pengguna internet terbesar saat ini adalah para pelajar SLTP diikuti oleh pelajar SLTA dan kalangan mahasiswa justru menempati urutan ketiga (kecuali di warnet yang berdekatan dengan kampus). Ada gejala menarik yaitu mulai maraknya pelajar SD bermain internet dan sudah “berani” nongol diwarung internet. Para orang tua tentu saat ini harus “rela” merogoh kocek lebih banyak untuk memenuhi keinginan anak-anaknya untuk bermain internet baik dirumah ataupun di warnet. Harapan orang tua tentulah ingin agar si-anak tidak ketinggalan jaman dan dengan ber-main internet si-anak bisa bertambah pintar. Namun benarkah demikian ?
Makin meratanya pengguna internet disatu sisi memang sangat menggembirakan, namun pergeseran orientasi penggunaan internet sudah sangat memprihatinkan. Dalam pengamatanku, bahwa Para pelajar SLTP, SLTA dan SD sebagian besar (>75%) menggunakan internet “hanya” untuk bermain GAME dan CHATTING. Dan rata-rata mereka rela menghabiskan waktu 3-5 jam/ hari dengan mengeluarkan uang Rp.7000 – Rp.30.000/hari untuk bermain internet. Dan “aneh” nya kegiatan tersebut didukung oleh para orang tua. Aku yakin bahwa pergeseran orientasi penggunaan internet tersebut belum ditangkap oleh para orang tua, sehingga setiap anaknya meminta uang berapapun untuk bermain internet selalu diberikan. Padahal yang terjadi adalah tidak ada unsur pendidikan apapun yang bisa didapatkan dari bermain GAME & CHATTING. Memang tidak semua pelajar “hanya” menggunakan internet untuk bermain GAME dan CHATTING. Diantara mereka juga menggunakan internet untuk sarana mencari pengetahuan, namun yang melakukan hal itu jumlahnya tidaklah banyak. GAME & CHATTING bisa membawa effect “kecanduan”. Dan apabila sudah kecanduan tentu effect sampingnya akan membuat anak menjadi malas belajar, malas mengaji dan setiap ada kesempatan selalu berusaha untuk bermain GAME & CHATTING. Dampak negatif bermain GAME hampir sama dengan dampak permainan Play Station dimana seseorang yang sudah kecanduan akan betah seharian bermain dan bahkan lupa makan, lupa minum dan lupa kalau hari esok masih ada. Sedangkan effect bermain CHATTING mungkin bisa digambarkan dengan permainan INTERKOM yang marak sekitar 20 tahun yang lalu. Dimana hampir semua orang “lupa daratan” dan setiap hari kerjanya hanya bermain intercom (jika sudah memegang mic maka orang cenderung akan malas berangkat sekolah, malas berangkat kerja, malas membatu orang tua, malas untuk mengaji malas makan, malas minum dan sebagainya). Begitu juga dengan CHATTING.. para pelajar yang melakukan kegiatan ini menganggap waktu 5 jam sama dengan 10 menit. Dan mereka cenderung memanfaatkan CHATTING untuk sekedar ngobrol kesana-kemari dengan teman kencannya di internet dan bahkan tidak menutup kemungkinan juga mengarah kepada pembicaraan yang “jorok-jorok”. Effect permainan GAME & CHATTING ini justru lebih berbahaya dari kekhawatiran kita sekitar 5 tahun lalu tentang maraknya situs-situs porno. Karena berdasarkan pengamatan, ternyata situs porno hanya berefek pada euforia dan dalam waktu singkat mereka sudah akan bosan. Namun effect GAME & CHATTING adalah “Effect Candu” yang bisa membuat penggunanya menjadi ketagihan dan ini yang sangat berbahaya bagi dunia pendidikan kita. Beberapa kejadian di Indonesia menunjukan ada kasus perkosaan oleh teman CHATTING, penipuan oleh teman CHATTING. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa “teman baru” yang didapat di dunia maya itu pada akhirnnya dilanjutkan dengan “jumpa darat” dan bahkan ada juga yang langsung menjadi teman kencan. Aku juga prihatin bahwa para pelajar SLTP itu tanpa disadari menjadi korban dari para penjahat yang memanfaatkan sarana CHATTING untuk mencari mangsa. Hal tersebut bisa saja terjadi karena seorang yang terbiasa CHATTING bisa dengan mudah mengelabui lawan CHATTING nya. Misalnya seorang “PLAY BOY” berusia 35 tahun, bisa saja dengan mengaku berusia 17 tahun untuk menarik perhatian seorang pelajar SLTP yang berusia 15 tahun. Cukup dengan menguasai bahasa “gaul di internet” seorang Om-Om berusia 45 tahun bisa saja mengaku berusia 17 tahun. Bagi mereka yang penting bisa “akrab” dan bisa menyenangkan lawan CHATTING nya sambil mencari peluang dan mengatur strategi untuk bisa menjalankan aksi jahatnya.
Sebagai bagian dari Teknologi Informasi, internet memang ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi, teknologi ini bisa bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti: mencari bahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, mencari program beasiswa, konsultasi dengan pakar, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multimedia. Namun sayangnya penggunaan internet justru malah bergeser kepada hal-hal yang negatif dan ini harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat di Bogor, Karena bagaimanapun kita tetap membutuhkan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi yang bersifat global, namun disisi lain kitapun juga harus siap untuk melakukan antisipasi untuk mengatasi dampak-dampak negatifnya. Dan inilah persoalan bersama kita.
Mumpung semua ini masih berbentuk gejala, alangkah baiknya pemerintah, DPRD, dunia pendidikan, pengamat “IT” dan para pengamat sosial kemasyarakatan duduk bersama untuk membahas dan mencari solusi untuk mengatasinya. “Virus” yang membuat mereka “kecanduan” dan “virus” yang bisa menjebak mereka kedalam sebuah permasalahan. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengemas teknologi ini agar mempunyai muatan pendidikan namun tetap menarik untuk dikunjungi oleh para pelajar sebagai pengguna internet (netter) mayoritas pada saat ini.