Muhasabah

evaluasi diri yukkkkkkkk !!!
Sudahkah saya mengingat Allah ketika bangun tidur?
Sudahkah saya memelihara seluruh shalat saya pada waktunya?
Sudahkah saya memuji Allah atas nikmat-nikmat pendengaran, penglihatan, hati dan sekalian nikmat yang lain?
Sudahkah saya memanfaatkan waktu-waktu istijabah (dikabulkan doa) dan saya berdoa di dalamnya?
Sudahkah saya  membaca, mengaji, menghafal, dan mengamalkan dari sesuatu isi kitabullah?
Sudahkah saya pada hari ini saya menghafal dan mengamalkan dari hadits Rasulullah?
Sudahkah saya pada pagi hari ini membaca shalawat atas nabi Muhammad SAW?
Sudahkah saya menjenguk orang sakit?
Sudahkah saya menolong orang muslim?
Sudahkah saya hari ini memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa saya?
Sudahkah saya hari ini menangis karena takut siksa Allah?
Sudahkah saya  hari ini berdoa untuk memintakan ampunan sekalian orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan?
Sudahkah saya hari ini bersedekah kepada fakir miskin dan orang-oraang yang membutuhkan?
Sudahkah saya memelihara sunnah nabi saya, baik perkataan maupun perbuatan?
Sudahkah saya mengingat mati, alam kubur dan hari akhir dengan segala mara bahayanya?
jawab dengan jujur loh tapi eitsss dalam hati saja. ^_^ !?
semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat kelak.

Diterbitkan di: on Mei 16, 2008 at 4:42 am Komentar (0)

AKAL SETIPIS RAMBUTNYA

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupu nsudah ada segala - galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s.tetap merindukan siti hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.
Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan
begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan panduan dariNya:
JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR, JANGAN
HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN, NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA,

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka
kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya. AKAL SETIPIS RAMBUTNYA,
TEBALKAN DENGAN ILMU, HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN, PERASAAN
SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK .

Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan
keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi
ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara atau women gladiator.
Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukandiskriminasi Tuhan. Sebaliknya, disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahimwanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki2 wajah: negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.

LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI.

Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan, mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan puteri. Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.

Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA. jinakan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH, KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI

Diterbitkan di: on Mei 15, 2008 at 8:30 am Komentar (0)